Seorang teman saya menulis begini: Di Kamar hanya ada pisau dan kata. Aku akan hujamkan pada siapa? Bagaiman perasaan Anda ketika membaca syair itu? Saya jadi ingat sandiwara radio Tuturtinular ketika saya masih kecil dulu. Dalam sandiwara itu ada tokoh bernama Arya Dwipangga yang dijuluki Pendekar Syair Berdarah Dingin. Di dalam kata-katanya yang tertata, ada sebuah tenaga yang membunuh siapa saja yang dia kehendaki. Saya menyarankan jika Anda bertemu seorang penyair seperti itu segeralah melarikan diri. Kecuali jika Anda bisa lebih keji dari dia, silahkan bertarung.
Kalau saya lebih baik stop dreaming start action. Di sini juga ada pertempuran tetapi pertempuran para blogger. Beradu kesaktian ilmu SEO, bukan santet maupun kanuragan. Apalagi syair-syair yang mematikan. Jauh deh.